• Wed. Apr 14th, 2021

KABARBRONIS

Berbagi info untukmu

Pertemuan tinggi Biden-Suga akan digelar pada 16 April mendatang

Byadmin

Apr 2, 2021


ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga di kantornya di Tokyo, Jepang, Selasa (16/3/2021).

Sumber: Kyodo | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KABARBRONIS.COM – TOKYO. Pertemuan tingkat tinggi antara Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada akhirnya akan terlaksana pada 16 April 2021 di Washington.

Sebelumnya kedua pihak dikabarkan akan mengadakan pertemuan pada paruh pertama April, beberapa mengatakan tanggal 9 April.. Namun, sejumlah persiapan ternyata membutuhkan waktu lebih lama sehingga pertemuan diundur sekitar satu pekan.

“Penundaan itu perlu dilakukan untuk memberikan lebih banyak waktu untuk persiapan guna memastikan kelancaran PM Suga ke Washington,” ungkap Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato dalam konferensi pers hari Jumat (2/4), seperti dikutip Kyodo News.

Suga diketahui telah menerima suntikan pertama vaksin Covid-19 sebagai persiapan untuk perjalanan itu dan akan menerima dosis kedua pekan depan.

Baca Juga: AS beri arahan kepada Jepang dan Korea Selatan terkait aktivitas Korea Utara

Pertemuan di Washington ini akan menjadi pertemuan yang spesial bagi Biden. Pasalnya, ini merupakan pertemuan langsung pertama Biden dengan pemimpin negara lain sejak ia menjabat pada 20 Januari lalu.

Lebih spesialnya lagi, pemimpin negara pertama yang hadir berasal dari Jepang, sekutu utamanya sejak berakhirnya Perang Dunia II. Pertemuan ini semakin menegaskan kuatnya hubungan kedua negara, sekaligus mematenkan peran penting Jepang di mata AS.

Kato dalam konferensi persnya mengatakan sejumlah masalah akan dibahas, termasuk upaya untuk mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, Covid-19, perubahan iklim, hubungan mereka dengan China, serta uji coba rudal Korea Utara baru-baru ini.

Rencana pertemuan ini datang saat pemerintahan Biden meninjau kebijakan Korea Utara. Hal ini juga terkait dengan gagalnya Donald Trump mengamankan kesepakatan denuklirisasi dalam tiga KTT dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Baca Juga: Korea Utara sebut penguatan militer Jepang bisa mengancam stabilitas kawasan






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *